Kak, Kalian Sungguh KejamBab 3

Bab ini panjangnya sekitar 3.181 karakter, bab terakhir dari 3 bab contoh yang bisa dibaca di web ini. Setelah selesai, langsung lanjut ke bab 4 di aplikasi ya

Aku mengikuti ketiga kakakku. Hatiku makin sedih.

Ketiga kakakku dengan tergesa-gesa pergi ke ruang bawah tanah.

"Rina, kamu pikir kamu bisa menghindari hukuman dengan cara berdiam di dalam?"

Hanya saja, tidak ada tanggapan dari dalam ruang bawah tanah.

Wajah William menjadi masam.

"Rina, kamu mau pura-pura apa lagi? Cepat keluar, berlutut dan minta maaf pada Linda!"

"Jangan pikir dengan bersembunyi di dalam, matikan ponselmu, dan nggak menghubungi kami, kami bisa mengelakkan perbuatanmu yang dengan sengaja membahayakan Linda!"

Mata Albert juga penuh kemarahan. Dia membentak,

"Rina, sudah hebat kamu? Kamu nggak senang melihat kami memperlakukan Linda dengan baik, jadi sengaja diam untuk membuat kami marah, ya?"

"Kamu benar-benar pikir dengan bersembunyi di dalam dan menentang kami, kami akan mengalah lebih dulu?"

Tetap tidak ada tanggapan dari dalam ruang bawah tanah.

Joseph menoleh pada pelayan-pelayan yang berdiri di samping dengan gemetar. Dia bertanya dengan suara dingin,

"Kenapa kalian semua gemetar? Ayo jujur, apa anak sialan itu menyogok kalian? Kalian sudah mengeluarkannya secara diam-diam?"

William mendengkus.

"Berdasarkan sifatnya, mungkin setelah kita pergi, dia akan menyuruh pelayan-pelayan mengeluarkannya karena nggak tahan dengan lingkungan di ruang bawah tanah."

Tatapan mata Albert menjadi kecewa.

"Kamu sudah hampir membunuh Linda, tapi sama sekali nggak mau terima konsekuensi atas kesalahanmu. Apakah ini adalah adik yang kukenal?"

"Kamu benar-benar pikir kamu adalah satu-satunya adik kami?"

Pada saat ini, seorang pelayan berujar dengan takut-takut,

"Tuan Muda Joseph, kami nggak akan berani mengeluarkannya tanpa perintah darimu!"

"Nona Rina benar-benar sudah dikurung di ruang bawah tanah selama tiga hari."

Albert menolah pada ruang bawah tanah yang tetap hening. Tiba-tiba, kegelisahan melintas di matanya.

Albert berjalan ke depan dan berulang kali menarik pintu ruang bawah tanah dengan kuat, tetapi tidak dapat membukanya.

"Rina, sudah cukup? Aku sudah buka kuncinya. Kamu masih tahan pintu dan nggak mau keluar?"

Aku tersenyum getir saat melihat pintu ruang bawah tanah yang sudah berubah bentuk di bagian dalam.

Pada saat itu, aku kekurangan oksigen. Aku terus-menerus mendobrak pintu untuk menyelamatkan diri. Aku hanya ingin bertahan hidup.

Akan tetapi, pintu ruang bawah tanah sangat kokoh. Aku bahkan tidak bisa membuka celah sedikit pun, hanya bisa mati lemas di ruang bawah tanah itu.

Kakak-kakakku, setelah melihat mayatku, bisakah kalian memberiku sedikit kasih sayang saja dan menguburkanku di samping orang tua kita?

Joseph makin emosi. Dia langsung menendang pintu.

Terbuka celah yang agak besar pada pintu ruang bawah tanah yang berubah bentuk. Ada bau busuk.

Pelayan yang berdiri di samping berkata dengan suara gemetar, "Sepertinya ... bau mayat!"

William dan Albert juga berjalan ke depan dengan marah.

"Bau mayat apaan? Dia sudah kabur, tapi buang tikus mati ke dalam untuk menipu kita?"

"Rina, kamu pikir kami mudah ditipu?"

Ketiga kakakku makin emosi. Mereka serempak menendang pintu. Pintu ruang bawah tanah goyang sekali lagi.

Bam! Pintu ditendang hingga terbuka. Disertai bau busuk, ruang bawah tanah yang kecil dan gelap terpapar di depan mata.

Bab 4 lanjut di aplikasi

Di web hanya bisa dibaca sampai bab 3. Cerita lengkapnya ada di aplikasi resmi. Lanjut baca bab 4 di aplikasi

Kode kamu
R54032
  1. 1Pasang aplikasi baca novel resmi (gratis)
  2. 2Buka aplikasi lalu masukkan kode R54032 di kolom kode. Cerita ini akan muncul untuk lanjut dibaca di aplikasi.
Pilih toko aplikasi perangkatmu

Bab ini adalah bab contoh yang ditampilkan di web. Isi bab berikutnya bisa dibaca di aplikasi resmi.

Aa
Ukuran
4
Jarak baris
Tema
Huruf

Pilihan berkait/tanpa kait hanya mengubah huruf Latin. Huruf Thai tetap memakai font sistem. Atur "Ukuran" dan "Jarak baris" agar lebih nyaman dibaca.